Percetakan

Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- "offset") terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Ketika dikombinasikan dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur, maka teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata (planographic) di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.

"Ink Water Balance", prinsip dasar dalam cetak offset

Di dalam teknik cetak offset, pertanyaan mengenai "Ink Water Balance" atau menjadi pertanyaan lebih spesifik "Mengapa antara air dan tinta selama proses produksi cetak harus seimbang?"
Pertanyaan sangat sederhana, unik, sulit dijawab walau masalah keseimbangan air dan tinta ini setiap saat akan muncul. Tugas amat berat bagi seorang operator mesin cetak offset, karena dalam waktu yang bersamaan dan singkat, dia harus mengamati/mengendalikan jalannya mesin, kestabilan jalannya kertas dan sekaligus harus mengawasi/mengamati hasil cetakan.
Produk cetakan akan dapat dihasilkan dengan baik apabila antara air dan tinta kondisinya seimbang. Artinya air hanya menempati bagian tidak bergambar/non image area dan hanya cukup untuk menolak tinta, sedangkan banyaknya/tebal tinta hanya berada pada bagian bergambar/image area saja.
Jadi, apabila diamati secara cermat, tugas seorang operator pada mesin cetak offset yang pertama dan utama adalah menyeimbangkan air dan tinta cetak selama berlangsungnya proses produksi, agar image area menerima tinta sesuai dengan model, sedangkan non image menerima air yang cukup untuk menolak tinta.
Oleh karena itu sebagai operator mesin cetak offset, dituntut ketelitian, ketekunan, kecermatan, keterampilan dan keahlian tertentu untuk menjalankan tugasnya. Kemampuan diatas sangat dituntut kepada seorang operator, karena selama proses produksi cetak berlangsung, dalam waktu yang bersamaan operator sekaligus mengendalikan komponen mesin cetak : unit feeder mengendalikan hasil cetakan, sehingga apabila salah satu dari proses-proses itu terjadi kesalahan/penyimpangan, maka proses produksi keseluruhan akan mengalami hambatan pula.
Proses Produksi Cetak
Prinsip tolak menolak antara air dan tinta pada teknik cetak offset menjadi acuan utama, karena memberikan pembasahan pada bidang tidak bergambar (non-image area) hanya cukup untuk menolak tinta saja, sehingga apabila pemberian berlebih, air akan mempengaruhi ketajaman warna, merusak ketebalan lapisan/coating bidang bergambar (image area) maupun sifat menarik tintanya.
Masalah yang selalui menghantui para operator adalah "seberapa banyak air yang harus ada dan diperlukan oleh suatu jenis model selama proses produksi?"
Kenyataannya pada mesin cetak, baik non-image maupun image selama proses produksi terkenai/dikenai air pembasah. Mesin cetak offset plano dengan empat, enam atau delapan unit cetak yang sedang mencetak dengan kecepatan di atas 10.000 lembar setiap jam, merupakan tugas yang tidak ringan bagi seorang operator. Operator harus mampu mengkombinasikan kemampuan mata, naluri, pendengaran, kelincahan agar mampu mengantisipasi secepat mungkin apabila terjadi kesalahan dan hambatan.
Pada tahap awal, si operator harus mampu menyetel alat pemasukan kertas sedemikian rupa sehingga selama proses produksi berlangsung tidak akan terjadi kesulitan yang diakibatkan oleh kesalahan akibat dari jalannya kertas.
Karena itu operator harus membekali diri dengan pengetahuan tentang mesin cetak offset. Komponen-komponen pemasukan kertas dan penyetelannya, bahan cetak dan pengetahuan lain untuk dapat mengatasi hambatan pada pemasukan kertas. Dengan bekal itu sangat diharapkan kertas lancar masuk ke mesin cetak selama proses produksi berlangsung, karena kelancaran dan kestabilan jalannya kertas merupakan langkah awal untuk memperoleh kualitas hasil cetakan.
Masalah berikut yang menghantui operator cetak adalah keseragaman ketebalan lapisan tinta, karena ketebalan lapisan tinta yang seragam/sama akan sangat menunjang kualitas yang baik yang diinginkan pemesan/konsumen.
Pengaruh yang paling dominan yang dapat mengakibatkan perbedaan keseragaman lapisan tinta adalah jumlah "air pembasah". Lalu berapa jumlah air pembasah yang diperlukan selama proses produksi berlangsung?.   Pertanyaan yang mudah dijawab, tetapi amatlah sulit pelaksanaannya di atas mesin cetak.
Masalahnya adalah, air pembasah sangat diperlukan di atas bidang tidak bergambar (non-image area) untuk menolak tinta yang akan menempel pada bidang tersebut. Sedangkan setiap model barang cetakan, luas bidang tidak bergambar nya itu berbeda-beda, sehingga jumlah air pembasahnya pun kebutuhannya berbeda pula.
Dari kenyataan yang ada, di dalam proses produksi demikian, maka para pemikir dan peneliti mencoba merancang dan memproduksi suatu alat untuk mengukur banyaknya air pembasah pada pelat cetak. Kegiatan penelitian di atas menciptakan dua kegiatan yang sangat penting, yaitu merancang dan mencoba alat pengontrol otomatis, sedang kegiatan lain menyelidiki efek/pengaruh perubahan dalam lapisan air pembasah terhadap hasil dan kualitas cetakan.
Prinsip dasar cetak offset/cetak datar/lithografi adalah tolak menolaknya antara air dan tinta. Bidang bergambar maupun tidak bergambar sama tingginya, hanya melalui proses kimia, pencetakan bisa terjadi. Air akan menempel dan berada di atas kedua bidang itu, namun ada perbedaan bentuk penempelan air yang ada di atas bidang bergambar dan air yang ada di atas bidang tidak bergambar. Air yang berada di atas bidang bergambar berbentuk butiran-butiran air yang mudah berpindah, apalagi bila permukaan bidang itu bersinggungan dan bahkan ditekan oleh rol-rol tinta. Air itu akan pindah dan menyatu dengan tinta. Lain halnya air yang berada di atas bidang tidak bergambar, dipegang sangat kuat oleh aspek pertama : pelat berpori-pori sehingga air menempati cekungan-cekungan pori-pori, aspek kedua : bahan baku pelat dengan aluminium bersifat menarik air.


Usaha untuk mengurangi permasalahan produksi yang berasal dari air pembasah adalah :
1. Menambah dan menyempurnakan bahan pencampur, sehingga dengan ditambahnya bahan pencampur ini akan meningkatkan kemudahan basah yang akhirnya akan mengurangi jumlah penggunaan air pembasah;
2. Menyempurnakan dan memodifikasi konstruksi sistem peralatan pembasah.
3. Di lain pihak, penggunaan campuran alkohol (isopropyl alcohol, isopropanol, dan methyl alkohol) dalam cairan pembasah dapat mengurangi penggunaan air, walaupun penggunaan campuran alkohol ini masih menuntut persyaratan khusus pada tinta dan pada mesin cetaknya.
Berkurangnya air pembasah pada pelat cetak, akan dapat meningkatkan kontras gambar, pengembangan kertas sangat kecil sehingga ketepatan cetak dapat dihasilkan lebih baik. Dengan cepatnya pengeringan tinta cetak yang tidak akan dihambat oleh air pembasah, maka penularan gambar/set-off tidak akan terjadi.
Apabila semua usaha itu telah dilakukan dalam mengurangi jumlah air pembasah, maka tampak bahwa pengertian tentang keseimbangan air dan tinta (ink water balance) menjadi amat dominan, karena tanpa adanya keseimbangan antara air dan tinta selama proses produksi, mustahil dapat dihasilkan cetakan yang kualitasnya baik.
Kenyataan yang terjadi selama produksi, antara air dan tinta saling mempengaruhi. Air akan masuk dan bercampur dengan tinta di dalam rol-rol tinta, sedangkan tinta juga masuk ke dalam air dengan ditandai rol-rol air menjadi kotor oleh lapisan tinta. Hal yang paling pokok dalam mengendalikan air adalah mencegah sekecil mungkin terjadinya degradasi/menurunnya tebal lapisan tinta yang berpengaruh pada kualitas hasil cetakan.
Makin banyak air masuk dan bercampur dengan tinta, tinta akan menjadi lebih basah dan akhirnya timbul emulsifikasi tinta, berkurangnya kekentalan tinta dan akhirnya tinta akan sulit mengering.
Berbicara tentang pengeringan tinta, ada beberapa cara berlangsungnya lapisan tinta mengering, yaitu :
1. Penyerapan oleh pori-pori/serat-serat kertas.
2. Polimerisasi/mengerasnya komponen lapisan tinta yang biasanya dibantu dengan sinar UV, IR dan pemanasan/oven.
3. Oksidasi/bersenyawanya komponen tinta dengan oksigen.
Khusus pengeringan oleh penyerapan kertas, ini sulit terjadi apabila jumlah air yang terkandung dalam tinta cukup banyak, karena antara air dan tinta bersama-sama berlomba masuk ke dalam pori-pori/serat-serat kertas. Dan tentunya air akan lebih dulu masuk daripada tintanya, karena daya alir dari air lebih cepat daripada daya alir tinta cetak.
Karena kemampuan pori-pori/serat-serat kertas menyerap kedua benda cair terbatas, maka lapisan tinta hanya ada di permukaan kertas, sehingga pada waktu lembar kertas berikut menumpuki di atasnya, maka terjadilah penularan lapisan tinta, yang dikenal dengan istilah "set-off".
Tentang keseimbangan antara air da tinta, memang sulit dicari rumus ketebalan/jumlah air pada bidang non-image, karena luas bidang tidak bergambar ini sangat bervariasi dan berubah pada setiap model barang cetakannya. Belum lagi faktor-faktor lain yang juga sangat mempengaruhi jumlah penggunaan air, antara lain :
1. Jenis permukaan pelat yang berbeda kekasarannya.
2. Kecepatan perputaran mesin cetak.
3. Suhu ruangan dan kondisi mesin cetaknya.
4. Nilai keasaman air pembasah dan sistem pembasahannya.
5. Jenis kertas yang dicetak.
Solusi yang dapat meringankan beban kerusakan cetakan akibat dari banyaknya air pembasah adalah :
1. Siapkan kertas sebaik-baiknya, baik ukuran potong maupun penyetelannya pada unit pemasukan kertas, agar tidak ada masalah lagi selama proses produksi yang diakibatkan oleh ketidak sempurnaan jalannya kertas;
2. Jalankan mesin dengan kecepatan yang stabil, karena dengan stabilnya mesin cetak, jumlah air dapat dikurangi (melalui skala perputaran rol bak air);
3. Kendalikan tebal lapisan tinta dengan mengamati secara cermat color control strip, titik-titik raster yang paling kecil/5%, titik-titik raster yang paling besar/95%, dan mempertahankan tebal lapisan tinta pada bidang penuh/blok.
Bila ketiga hal diatas dapat dilakukan dengan sempurna, maka hasil cetakan akan meningkat kualitasnya, dan ini adalah pencerminan dari adanya keseimbangan air dan tinta tercapai dengan baik, yaitu pada bidang tidak bergambar (non-image) mendapatkan air yang cukup untuk menolak tinta saja, dan tentunya pada bidang bergambar air jumlahnya amat sangat kecil. Semoga bermanfaat.

2 komentar:

  1. Kepada Yth,
    Purchasing
    up. bpk/ibu


    Perihal : Penawaran Thinner HG,ND. Dan Piur



    Dengan hormat,

    Bersama ini kami bermaksud untuk mengajukan surat penawaran kepada Bapak/Ibu produk kami dengan uraian sebagai berikut :

    THINNER ND,HG,Dan PIUR

    Merupakan sebuah produk Thinner cair untuk cat,poles .

    Adapun dari produk ini adalah
    1.derigen isi 20 liter
    2.1 Drum isi 200 liter

    Bapak/Ibu dapat membandingkan harga regular di market, Harga spesial yang kami tawarkan kepada Bapak/Ibu kami anggap sebagai harga promo, namun untuk kedepannya kami juga tidak akan mematok harga terlalu tinggi.

    Bila di ijinkan kami akan memberikan sample

    Demikian surat penawaran ini kami buat dengan harapan akan terjadi kemitraan yang menguntungkan antara kami dan pihak Bapak/Ibu. Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui nomor telepon kantor.

    Atas perhatian serta kerjasamanya, kami sampaikan banyak terimakasih. 


    Hormat kami,
    Anugerah Makmur Gemilang,





    Tommy .k
    Mobile:081310849918

    BalasHapus
  2. Kepada Yth,
    Purchasing
    up. bpk/ibu


    Perihal : Penawaran Thinner HG,ND. Dan Piur



    Dengan hormat,

    Bersama ini kami bermaksud untuk mengajukan surat penawaran kepada Bapak/Ibu produk kami dengan uraian sebagai berikut :

    THINNER ND,HG,Dan PIUR

    Merupakan sebuah produk Thinner cair untuk cat,poles .

    Adapun dari produk ini adalah
    1.derigen isi 20 liter
    2.1 Drum isi 200 liter

    Bapak/Ibu dapat membandingkan harga regular di market, Harga spesial yang kami tawarkan kepada Bapak/Ibu kami anggap sebagai harga promo, namun untuk kedepannya kami juga tidak akan mematok harga terlalu tinggi.

    Bila di ijinkan kami akan memberikan sample

    Demikian surat penawaran ini kami buat dengan harapan akan terjadi kemitraan yang menguntungkan antara kami dan pihak Bapak/Ibu. Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui nomor telepon kantor.

    Atas perhatian serta kerjasamanya, kami sampaikan banyak terimakasih. 


    Hormat kami,
    Anugerah Makmur Gemilang,





    Tommy .k
    Mobile:081310849918

    BalasHapus

Pengikut